Saya terkesima, di tempat parkir tidak ada kendaraan, saya pikir musiumnya tutup karena libur lebaran, tapi pintu gerbang yang dihiasai ukiran itu terbuka. Saat masuk pun tidak ada penjaga, saat kami bingung ada satu bapak yang mempersilahkan kami masuk.
Secara keseluruhan ada tiga ruangan pameran, tetapi yang bisa kami kunjungi adalah ruangan pameran 1 dan pameran 2. Koleksi musium sangat beraneka ragam, mulai dari arca, patung, keris, binatang, pedang, kitab, alat musik, surat-surat, uang kuno, silsilah raja-raja dan kesultanan palembang, negara sumbagsel, hingga tempayan kubur. Kekayaan dan sejarah kota Palembang di ulas tuntas disini, menambah kecintaan saya pada kota ketiga saya ini. Tidak lebih dari tiga puluh menit kami mengitari musium ini, selain karena bulu kuduk berdiri akibat suasana yang remang-remang dan sepi karena hanya kami berenam lah pengunjung saat itu, juga tidak ada petugas yang bisa kami tanyai untuk menerangkan koleksi musium itu, sehingga kami hanya melihat-lihat tanpa memahami apa yang kami lihat, sungguh sayang. Keadaan musium juga agak berantakan, teras becek sisa hujan semalam, ada renovasi sedikit yang kami maklumi, tapi tetap saja musium menjadi kurang indah dan nyaman.
Mudah-mudahan dimasa mendatang ada perbaikan sehingga slogan ayo ke musium yang ada di brosur yang di tempel di dinding dekat pintu depan akan membuat jumlah pengungjung bertambah serta pengunjung mendapatkan informasi sejarah dan budaya dengan nyaman.Satu tempat yang sangat disukai oleh anak dan satu keponakan saya, yaitu area permainan anak yang cukup memadai, ada ayunan, jungkat jungkit dll, tak heran anak saya sangat mengingat area ini jika saya tanya tentang musium di Palembang. Insya allah jika kami mudik kembali ke Palembang, musium yang lain akan kami kunjungi.

1 comment:
Semoga kedepan museum Balaputra semakin lebih baik :) amin.
Post a Comment