Friday, May 22, 2009
Buyut (alm)
Musium Bala Putra Kota Palembang
Bila kita menyusuri jalan Sudirman kota Palembang tampak plang penunjuk arah menuju Musium Balaputra Dewa. Letaknya memang tidak di sisi jalan besar tetapi agak masuk ke suatu jalan. Musium itu membuat saya penasaran, apalagi setiap saya mengajak saudara kesana kebanyakan menolaknya, mereka berkomentar ”Ngak ada apa-apa” hmmm makin saya penasaran. Akhirnya dengan sedikit memaksa, suami mau mengantar saya ke sana, saya datang bersama anak dan tiga keponakan saya.
Saya terkesima, di tempat parkir tidak ada kendaraan, saya pikir musiumnya tutup karena libur lebaran, tapi pintu gerbang yang dihiasai ukiran itu terbuka. Saat masuk pun tidak ada penjaga, saat kami bingung ada satu bapak yang mempersilahkan kami masuk.
Secara keseluruhan ada tiga ruangan pameran, tetapi yang bisa kami kunjungi adalah ruangan pameran 1 dan pameran 2. Koleksi musium sangat beraneka ragam, mulai dari arca, patung, keris, binatang, pedang, kitab, alat musik, surat-surat, uang kuno, silsilah raja-raja dan kesultanan palembang, negara sumbagsel, hingga tempayan kubur. Kekayaan dan sejarah kota Palembang di ulas tuntas disini, menambah kecintaan saya pada kota ketiga saya ini. Tidak lebih dari tiga puluh menit kami mengitari musium ini, selain karena bulu kuduk berdiri akibat suasana yang remang-remang dan sepi karena hanya kami berenam lah pengunjung saat itu, juga tidak ada petugas yang bisa kami tanyai untuk menerangkan koleksi musium itu, sehingga kami hanya melihat-lihat tanpa memahami apa yang kami lihat, sungguh sayang. Keadaan musium juga agak berantakan, teras becek sisa hujan semalam, ada renovasi sedikit yang kami maklumi, tapi tetap saja musium menjadi kurang indah dan nyaman.
Mudah-mudahan dimasa mendatang ada perbaikan sehingga slogan ayo ke musium yang ada di brosur yang di tempel di dinding dekat pintu depan akan membuat jumlah pengungjung bertambah serta pengunjung mendapatkan informasi sejarah dan budaya dengan nyaman.Satu tempat yang sangat disukai oleh anak dan satu keponakan saya, yaitu area permainan anak yang cukup memadai, ada ayunan, jungkat jungkit dll, tak heran anak saya sangat mengingat area ini jika saya tanya tentang musium di Palembang. Insya allah jika kami mudik kembali ke Palembang, musium yang lain akan kami kunjungi.
Saya terkesima, di tempat parkir tidak ada kendaraan, saya pikir musiumnya tutup karena libur lebaran, tapi pintu gerbang yang dihiasai ukiran itu terbuka. Saat masuk pun tidak ada penjaga, saat kami bingung ada satu bapak yang mempersilahkan kami masuk.
Secara keseluruhan ada tiga ruangan pameran, tetapi yang bisa kami kunjungi adalah ruangan pameran 1 dan pameran 2. Koleksi musium sangat beraneka ragam, mulai dari arca, patung, keris, binatang, pedang, kitab, alat musik, surat-surat, uang kuno, silsilah raja-raja dan kesultanan palembang, negara sumbagsel, hingga tempayan kubur. Kekayaan dan sejarah kota Palembang di ulas tuntas disini, menambah kecintaan saya pada kota ketiga saya ini. Tidak lebih dari tiga puluh menit kami mengitari musium ini, selain karena bulu kuduk berdiri akibat suasana yang remang-remang dan sepi karena hanya kami berenam lah pengunjung saat itu, juga tidak ada petugas yang bisa kami tanyai untuk menerangkan koleksi musium itu, sehingga kami hanya melihat-lihat tanpa memahami apa yang kami lihat, sungguh sayang. Keadaan musium juga agak berantakan, teras becek sisa hujan semalam, ada renovasi sedikit yang kami maklumi, tapi tetap saja musium menjadi kurang indah dan nyaman.
Mudah-mudahan dimasa mendatang ada perbaikan sehingga slogan ayo ke musium yang ada di brosur yang di tempel di dinding dekat pintu depan akan membuat jumlah pengungjung bertambah serta pengunjung mendapatkan informasi sejarah dan budaya dengan nyaman.Satu tempat yang sangat disukai oleh anak dan satu keponakan saya, yaitu area permainan anak yang cukup memadai, ada ayunan, jungkat jungkit dll, tak heran anak saya sangat mengingat area ini jika saya tanya tentang musium di Palembang. Insya allah jika kami mudik kembali ke Palembang, musium yang lain akan kami kunjungi.
Sunday, March 02, 2008
Pelangi di Palembang
Alhamdullilah akhirnya Daffa melihat pelangi itu dengan tampak jelas, dan momen itu terlihat dengan sempurna di PTC aka Palembang Trade Center, mall yang paling dekat dari rumah Nyai tanggal 27 Januari 2008. Bagi Daffa ini pertama kalinya melihat pelangi, pelangi yang selalu dia nyanyikan bersama teman-temannya di sekolah.
Sunday, December 02, 2007
Oleh-oleh mudik : jalintim
Foto di atas adalah sebagian oleh-oleh pulang mudik lebaran lalu tanggal 17 Oktober 2007 yaitu saat kami melintasi ruas jalan nasional jalur lintas timur sumatera (jalintim)rute Palembang-Lampung. Jalur ini menjadi primadona untuk mencapai kota Palembang, selain waktu tempuhnya lebih cepat di banding melalui jalinteng di tambah pula perkerasannya relatif mulus sehingga menambah kenyamanan pengguna jalan. Perkerasan yang terpasang banyak menggunakan rigid pavement atau perkerasan beton hanya beberapa segmen saja yang menggunakan flexible pavement atau aspal, sayang drainase yang terpasang hanya terdapat di beberapa segmen saja. Semoga perkerasan ruas jalan jalintim senantiasa bagus terus, bukan hanya saat musim mudik lebaran saja :D
Thursday, November 15, 2007
Menu Lebaran di Palembang
Tuesday, November 13, 2007
Jembatan Ampera
Papa Shalman
Pertama
Alhamdullilah jadi juga blognya :D, blog ini juga sebagai salah satu syarat untuk menjadi komunitas Blogger Palembang, sambil menyelam minum susu uht kan? *kedip2*. Terima kasih untuk Pak Nayel yang telah mengundang mama d bergabung di komunitas blogger Palembang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
