Wednesday, May 29, 2013

Hari ke- 24 : Sakadang Dermatitis Atopic

*Diselamatkan dari dinnykaa.multiply.com :D*

Ternyata adik mendapat warisan alergi dari Mama d hikss, foto di samping baru episode awal, pelan tapi pasti itu alergi menjamah tubuh si adik, di mulai dari leher yang memang sangat tersembunyi akibat kegendukan si adik, lanjut mengarah ke muka dan ke kaki. Si adik siy ngak rewel, dia happy happy aja walau muka merah kayak tomat, yang serem justru yang ngeliat sambil banyak tanya dan mama d jadi berbusa-busa menjelaskan sakadang alergi ituh. Total 10 minggu adik bergulat dengan DA, awalnya mama kira karena ASI yang luput di lap di pipinya, tapi mama ngak yakin abis mama dan mba tak pernah luput dari lap2 ini.
Namanya dermatitis atopic (DA) alias eksema yaitu peradangan kronik kulit yang kering dan gatal yang umumnya dimulai pada awal masa kanak-kanak. Eksema dapat menyebabkan gatal yang tidak tertahankan, peradangan, dan gangguan tidur.  Penyakit ini dialami sekitar 10-20% anak. Umumnya episode pertama terjadi sebelum usia 12 bulan dan episode-episode selanjutnya akan hilang timbul hingga anak melewati masa tertentu. Sebagian besar anak akan sembuh dari eksema sebelum usia 5 tahun. Sebagian kecil anak akan terus mengalami eksema hingga dewasa. Eksema tidak menular. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun penanganan yang tepat akan mencegah dampak negatif penyakit ini terhadap anak yang mengalami eksema dan keluarganya. (http://www.sehatgroup.web.id/?p=147)
Studi literatur terus dilakukan sambil banyak bertanya sama smua orang, ngubek2 arsip milis SEHAT dan berusaha memahami si DA ini. Infomasi dari nenek 911, saat mama bayi juga mengalami hal yang sama, tosss dunk dik. Berdasarkan hasil studi literatur (http://www.sehatgroup.web.id/?p=147) harus dilakukan penanganan sehari-hari baik saat dalam episode eksema maupun di luar episode, yaitu menghindari faktor-faktor di lingkungan yang memicu atau memperparah eksema, misalnya:
  1. Mainan, air liur, atau makanan di sekitar mulut
  2. Bahan seperti wol atau pelapis car seat
  3. Detergen, sabun, bubble baths, antiseptik
  4. Kontak dengan bulu hewan
  5. Menggunakan krim pelembab (moisturiser)
  6. Krim pelembab dapat digunakan sesering mungkin. Gunakan obat, krim, dan salep sesuai instruksi dokter
  7. Menggunakan moisturiser atau bath oil untuk mandi
  8. Kortikosteroid topikal jika gatal dan kemerahan masih menetap setelah menghindari pencetus eksema. Jika digunakan sesuai instruksi, obat ini aman dan efektif untuk mengatasi eksema
  9. Kadang dokter meresepkan satu salep untuk daerah yang paling teriritasi dan salep lain yang lebih lemah untuk daerah yang hanya mengalami eksema ringan dan daerah peka seperti wajah
  10. Mengatasi gatal
  11. Garukan akan memperparah eksema dan berisiko menyebabkan infeksi. Beberapa cara untuk mengatasi gatal dan garukan adalah:
  12. Mengalihkan perhatian anak saat ia menggaruk
  13. Menghindari kondisi yang terlalu hangat untuk anak
  14. Menggunakan krim pelembab (yang ditaruh di kulkas sebelumnya) sebelum tidur
  15. Memakaikan sarung tangan pada anak saat tidur
  16. Jika perlu, berikan obat yang diresepkan dokter untuk mengurangi gatal di malam hari
  17. Selalu memotong pendek kuku anak
  18. Jika gatal sangat berat, kompres dingin dan teknik balut basah dapat digunakan untuk membantu anak tidur
Sungguh tak mudah melaksanakan penanganan sehari2 pada adik, walau adik masih pasrah tapi dia juga sudah punya rarasaan hihihi, dari 18 di atas baru ini lah yang mama lakukan :
  1. Mengganti deterjen bayi untuk mencuci baju adik dengan menggunakan sabun bayi
  2. Tetap tidak memakaikan kosmetik bayi, alhamdullilah niy dr lahiran si adik ngak pake kosmetik apapun jadi lebih mudah deh
  3. Rajin lap2 si adik dari keringat, air liur, ASIP dll, pokonya musti kering ni bocah
  4. Membersihkan lokasi DA dan mengeringkannya trus langsung olesin pelembab
  5. Memandikan adik dengan air yang suam2 kuku
  6. Memakaikan baju yang nyaman, ngak bubuntel, skarang pake baju kutung dan celana pendek aza
  7. Memakai kortikosteroid topikal, setelah 5 hari tak ada perbaikan malah melebar mama pakaikan  Pelembab yang disarankan dr ian dan alhamdulillah tidak dalam waktu yang lama kulit adik mulus lagih *nuhun dr ian muachhh*
  8. Memakaikan pelembab di lokasi DA dan lipatan kulit
  9. Memotong kuku adik sesegera mungkin, lewat dikit garukannya menghiasai wajahnya. si adik emang garuk2 mulu ke wajahnya, baru sadar sekarang apa sebabnya
Sakadang DA memang akan datang dan pergi, yang penting adalah menjaga kelembabab kulit si adik. Alhamdullilah kalo udah tau apa yang harus dilakukan mah tidak panik suranik deh. Terima kasih untuk smua terutama untuk Bunda Wati dan dr. Ian muachhh.

No comments: