Tuesday, June 04, 2013

Hari ke-29 : Buruh Pabrik Berjuang Demi ASI Eksklusif

Mba Kemijem
KBR68H - Bagi banyak ibu, memberikan ASI eksklusif menjadi cita-cita sebelum bayi lahir ke dunia. Tetapi bagaimana jika masa cuti berakhir, sementara mereka harus kembali bekerja? Bagaimana menyimpan ASI kalau tak ada kulkas? Reporter KBR68H Suryawijayanti berbincang dengan para buruh pabrik tekstil di Rancaengkek, Bandung, Jawa Barat yang  harus berjibaku memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

Buruh dan ASI

Kemijem menunjukkan peralatan yang rutin ia bawa ke pabrik. Termos kecil dan botol-botol kecil berjajar rapi. Kemijem menjelaskan, botol-botol itu diberi nomor supaya tidak membingungkan. Satu botol berisi kira-kira 100 mililiter ASI. Dalam sehari biasanya ia memeras susu hingga 3 kali.
Botol-botol yang berisi ASI ini dimasukkan ke termos besar berisi es batu.
Kemijem adalah buruh pabrik tekstil di Rancaengkek, Bandung, Jawa Barat. Sudah hampir 10 tahun dia menghadapi mesin pemintal kain. Hari-hari ini dia harus cuti panjang karena penyakit asmanya kambuh. Jika tak cuti, perempuan asal Sleman ini setiap hari bekerja di pabrik yang letaknya sekitar setengah jam dengan motor dari rumahnya.
Botol-Botol ASI dikasih nomer sesuai urutan waktu memerah

Memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, bukan perkara mudah bagi Kemijem.

“Nggak ada dukungan dari keluarga, hanya bersama suami saja. Saya satu rumah sama kakak, dia nggak mendukung, “Sudah kasih saja susu formula.” Saya bilang nggak. Yang ngasuh juga bilang kasih susu formula. Saya bilang tidak, pokoknya harus ekslusif selama enam bulan.”
Keinginan Kemijem memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada Rizky anaknya, bukan tanpa alasan. Anak pertamanya yang berjarak 11 tahun dengan si bungsu tak mendapatkan ASI secara penuh. Dulu ia tak punya banyak pengetahuan soal ASI.
“Jadi sebelum melahirkan saya sudah konsultasi ke dokter minta ASI eksklusif sama Inisiasi Menyusui Dini. Tapi kondisi yang lemah karena di-Caesar sempat pingsan, nggak bisa IMD. Tapi saya tetap harus memberikan ASI eksklusif, meskipun awalnya gak diizinkan, karena nggak bisa jalan. Tapi setelah dua hari saya nekat dan pakai kursi roda ke ruang bayi untuk memberi ASI.”
Hanya 1,5 bulan usai melahirkan Kemijem harus kembali bekerja. Itu artinya masih ada 4,5 bulan bagi bayinya untuk menikmati hak ASI eksklusif.
Termos mini untuk menyimpan ASI usai diperah
“Alhamdulilah merepotkan juga sih Bu, soalnya rumahnya di petak, belum punya kulkas, listriknya belum kuat. Alhamdulilah katanya bisa pakai termos es yang bisa tahan dua hari. Jadi setiap esnya cair, lalu diganti, selalu dicek gitu.”
Bersama suaminya, Kemijem berbagi tugas. Gunarto berburu es batu, sementara Kemijem  harus meluangkan waktu setiap dua jam sekali untuk memerah ASI. Es batu dibutuhkan untuk memperpanjang usia ASI yang sudah diperah. Dalam sehari 4 botol ASI berhasil diperah.
“Jadi sebelum nganterin kerja beli es, pulang lagi, nganterin bayi ke yang ngasuh, lalu ambil ASI, begitu terus selama enam bulan.”
Mereka tak punya kulkas untuk menyimpan persediaan ASI yang sudah diperah. Daya listrik di rumah kontrakan mereka tak mencukupi. Sementara mencari warung yang menjual es batu, tak semudah yang dibayangkan.
Kemijem Dinny Imas
Gunarto, suami Kemijem, menjelaskan, termos itu harus penuh diisi es batu. Jika tidak penuh nanti akan mencair. Gunarto memakai es balok karena lebih tahan lama dibandingkan batu es dari kulkas rumahan. Dengan es balok itu, ASI dalam botol bisa terjaga suhunya supaya tidak cepat basi. 

Di tempat lain, Imas Asih Sri Maryani adalah rekan kerja Kemijem di salah satu pabrik garmen di Rancaekek, Jawa Barat. Sejak awal kehamilan anak pertama, Imas sudah berencana  memberi salah satu merk susu formula kepada bayinya. Alasannya sederhana. Sebagai buruh dengan masa kerja tiga shift, ia membayangkan betapa repotnya jika harus memberikan ASI kepada buah hatinya.

“Dulu sempat mau pakai susu formula di awal-awal kehamilan. Suami saya juga nggak tahu, katanya anak dikasih ASI, itu ASI-nya kalau disimpan jadi darah. Bilang ke mama juga tidak mendukung.“
Demi memuluskan proses ASI Ekslusif , Imas memutuskan pindah rumah, jauh dari orangtuanya.
“Saya khan tinggal sama mamah. Karena takut nggak lulus ASI eksklusif, saya pindah jauh dari mamah, bawa adik. Pokoknya kalau pas waktu kerja adik ditelepon, saya kerja jam 10 malam besok pulang. Saya takut anak diberi makan.”
Untuk mencuri waktu memerah ASI, Imas harus berkompromi dengan teman-temannya di pabrik. Karena setiap kali ia memerah ASI, ia harus meninggalkan pekerjaan. Padahal mesin pabrik tak boleh mati. Sementara dalam sehari minimal ia butuh istirahat selama tiga kali untuk memerah ASI.
“Kalau masuk shift pagi, sebelum masuk jam setengah enam, trus istirahat pk. 09.00, dan shalat Dzuhur. Sekali merah dapatnya satu botol. Saya merah pakai tangan saja, nggak pernah pakai alat, cukup tangan bersih. Bahkan dulu di pabrik saya ini disebutnya Imas Steril. Ah banyak sekali omongan teman-teman yang nggak enak, tapi tetap jalani saja.”

Sulitnya Buruh Memberi ASI

Dini tengah mempraktikkan cara memerah ASI dengan tangan. Siang itu dia menyambangi rumah Kemijem untuk mempersiapkan Kelas Edukasi ASI yang akan segera digelar. Kemijem dan Imas yang telah lulus ASI esklusif tengah ditatar untuk membagikan kisahnya kepada teman-temannya di pabrik.
ASI di dalam Termos Es
Kemijem dan Imas tampak tekun mempelajari langkah demi langkah yang dipraktikkan Dini.
Sudah hampir lima tahun ini Dini aktif terlibat menyuarakan ASI eksklusif untuk bayi. Ibu dua anak ini tergabung dalam Klasi Yop Bandung, Klub Peduli ASI Kegiatannya memberikan pelatihan bagi para calon ibu,  hingga pendampingan bagi ibu melahirkan.
“Tahun 2007 Bandung mendirikan Klasi diawali dua kelas, yakni ibu hamil dan ibu bekerj. Pesertanya beragam dari mulai ibu yang akan hamil, hamil, menyusui, lalu yang single. Bahkan ada nenek dan pengasuh juga ikut dalam kelas ini.”
Belakangan ini Kelasi menyasar para perempuan yang bekerja di pabrik. Pasalnya ibu yang bekerja di pabrik lah yang paling banyak menemui kendala jika harus memberikan ASI Eksklusif.
“Jadi kami punya anggota tim yang kerja di pabrik dan mengeluhkan sistem shift, tak seperti yang bekerja di zona  nyaman. Soalnya khan ada sistem shift, dukungan kurang, waktu juga sulit, dan keterbatasan lain. Nah selanjutnya kami berusaha mendampingi, ini merintis karena tidak semua pabrik mau diajak kerjasama. Jadi harus pelan-pelan melakukan pendekatan”, lanjut Dini.

Kunci Sukses Ibu ASI

Dini menjelaskan, proses menyusui adalah proses belajar tiga orang sekaligus, yaitu bayi, ibu dan ayah.
“Menyusui itu tiga orang yang belajar. Bayi belajar menghisap, butuh perjuangan untuk itu, karena biasanya disuplai ibunya ketika di perut. Lalu ibunya harus punya ilmu dan percaya diri, harus kekeuh, meskipun banyak halangan. Dukungan suami tak kalah pentingnya. Suami harus mendukung  dan menjadi satu tim, satu paket.”
Kemijem tidak akan sukses memberikan ASI eksklusif, jika suaminya tidak turut jungkir balik mendukungnya. Gunarto mulai terbuka wawasannya soal ASI esklusif awalnya hanya iseng-iseng membaca buku panduan ASI milik  istrinya.
“Itu khan saya baca buku istri, kadang-kadang kalau istri capek pulang kerja, saya yang bacain, sementara istri tiduran. Saya tidak tahu sama sekali soal ASI Ekslusif. Eh setelah baca kok menarik dan saya penasaran. Pas baca itu saya bilang ke istri pokoknya harus lulus ASI eksklusif nanti.”
“Saya ikut rutin ngontrol kalau mamanya kerja, jangan sampai Rizky dikasih minuman atau makanan. Jadi ngecek ke pengasuh terus-terusan. Lalu kalau kemudian ya ngambil ASI ke pabrik untuk dibawa pulang. Cari es, meski capek tapi nggak papa, yang penting tetap ASI ekslusif”, lanjut Gunarto
Perjuangan memberikan ASI eksklusif semakin teruji, ketika Kemijem masuk rumah sakit karena demam berdarah. Dengan tangan diinfus, dia masih berusaha memerah ASI.
“Awalnya masih jalan produksi ASI-nya. Pas diinfus tangan satu meres, lalu suami yang pegang botolnya. Saya juga minta ke dokter agar diberi obat yang tidak bahaya untuk bayi.”
Namun, kondisi Kemijem membuat ASI tak keluar lancar. Hampir putus asa karena bayi terus rewel, Kemijem mengadu ke Kelasi Bandung. Beruntunglah banyak ibu yang saat itu tengah menyusui bayi mereka. Kemijem mendapatkan donor ASI. 10 botol yang cukup untuk persediaan tiga hari.
“Karena susah makan, sehari paling cuma bisa dapat dua botol saja. Jadi kalau sudah dapat peresan ama suami dibawa pulang, trus saya di rumah sakit sendiri. Keteteran. Sudah putus asa awalnya, lalu menghubungi teman di kelasi, trus dikasih tahu ada donor ASI. Alhamdulilah, saya gak apa-apa anak saya dapat ASI dari donor, yang penting anak saya tetap bisa dapat ASI, bukan susu formula.
Donor ASI juga menjadi pilihan Imas untuk anaknya. Dia tak sungkan meminta bantuan ASI kepada rekan kerjanya yang sama-sama memerah ASI. Bahkan donor ASI ini berlangsung hingga dua bulan.
“Waktu itu sempat ASI-nya gak cukup. Sempat minta donor ke teman, waktu itu dua bulanan meminta ASI, setiap hari minta satu botol.“
Imas sempat mengabaikan perintah dokter untuk meminum obat untuk menyembuhkan penyakit asmanya. Dia khawatir obat itu akan meracuni anaknya.
“Saya kasih ASI sampai umur 22 bulan, berhenti karena saya sakit asma. Sebelumnya sih saya nggak minum obat itu karena tak diperbolehkan untuk ibu menyusui. Tapi ketika berumur 22 bulan, asma saya sudah parah dan harus minum obat itu. Akhirnya berhenti ngasih ASI.”
Kemijem dan Imas sudah merasakan keampuhan ASI untuk anak-anak mereka. Kata mereka, perjuangan itu  tak sia-sia. Anak mereka lebih sehat, pintar dan kreatif. ASI diakui memiliki banyak keunggulan dibanding susu formula. Yang paling buat buruh  berpenghasilan pas-pasan seperti mereka, jelas ASI lebih murah.
Artikel asli dapat diunduh di http://kbr68h.com/saga/77/9334

Hari ke- 28 : Sunat

*Diselamatkan dari dinnykaa.multiply.com :D*

Updated : Bangdaf sudah di sunat pake metode konvensional dengan perawatan biasa saja tanpa mengkonsumsi antibiotik yang dioleh2in sama dokternya. Di jaga dari kotoran aja siy, peke betadin.

-----------------------

Sebagai ibu dua jagoan, mama d wajib tau dan memahami dengan masalah sunat ini, di mulai dari hari ini wajib mencari literatur tentang sunat. Smoga jika tiba saatnya dua jagoan di sunat, kami sudah memahaminya. 

Definisi sunat : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023

Benefit : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023/DSECTION=why-its-done

Risks : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023/DSECTION=risks

How you prepare : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023/DSECTION=how-you-prepare

what you can expect : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023/DSECTION=what-you-can-expect

Sangat bagus disimak dengan gaya khas dr Ian posting diblognya, dicari2 di blognya ngak dapet linknya eee malah dapet copasan di milis, mama d copas ya, nuhun nenk dokter. Dari penjelasan dr. Ian ini, mama bisa memahami dan memilih metode apa yang baik untuk di sunat, konvensional yess. Serta postingan dr. Anto di milis SEHAT tentang sunat dan tentang anestesi pada proses sunat, makasih dr. Anto.

------------------

Musim liburan sekolah identik dng musim potong burung alias sunat. Ya sbnrnya bukan burung yang dipotong bukan pula pe*is yg dipotong tapi cuma kulit pembungkusnya aja.

Nah sayang nih banyak orang tua yg tergoda dengan metode sunat yg tdk berdarah alias pakai klem atau laser. Ya sunat emang hrs berdarah dong, kalo emang gak ada kelainan darah ya ngapain takut kalau abis sunat berdarah.

Metode klem: 
gw gak bisa deskripsiin pastinya gak baik kenapa, yg jelas gak ada ukuran pe*is yg jelas2 sama persis, jd blh dibilang cocok2an lah ma lubang si klem. Risikonya bisa kependekan motong kulitnya, dan atau
kepanjangan, atau malah bisa luka si batang pe*is-nya. Nah kalo di amrik bayi2 baru lahir emang sunatnya pake smartclamp jadi ada klem/cincin yg bentuknya sedemikian rupa dan ukurannya bisa diadjust (ini bedanya sm metode sunat klem yg ada skrg) diletakkan dipe*is selama beberapa hari, tentu saja targetnya si kulit itu ya, dalam beberapa hari kulit itu akan copot dan terlihat deh kepala batang pe*is-nya. Nah metode ini cukup aman mengingat bayi baru lahir pe*is-nya lbh kecil, jd kulit lbh sedikit yg dibuang, perdarahan jg lbh sedikit, proses penyembuhan lebih baik.

Yg bikin miris adalah sunat dng metode laser yg dimana bukan laser yg dipake melainkan electric cauter yg digunakan untuk bedah mayor. Nah metode inilah yg tak jarang bikin burung melayang.
Ingat ya sunat bukan kek pemilu 5 menit untuk 5 tahun tapi salah2 bisa madesu (masa depan suram).
Jadi teringat jaman koass, ada anak kecil yg sedang berlarian... Sekilas gak ada yg salah dgn anak kecil itu, tp kenapa wajah orang tuanya tampak bermuram durja? Ternyata... kalo dilihat lbh dekat lg, waduh batangnya tinggal kurang dr setengah.

Ya anak mah belum ngerti apa manfaat batang itu tapi dikemudian hari aduh pasti ada rasa kecewa dgn batang yg ia miliki. Jadi anak itu salah satu korban sunat dng cauter (ingat ya kalo ada yg bilang laser bohong itu cauter). Entah bagaimana prosesnya bukan cuma kulit yg terpotong tp batangnya juga. Yah mau disambung lg jg susah karena cauter itu sifatnya membakar masing2 ujung jaringan sdh keburu terbakar dan sulit untuk direkonstruksi.

Kemarin baca didetik jg ada anak di pekan baru yg batangnya terpotong juga. Gw pribadi pernah dapat 
setidaknya 4 kasus anak dng batang terbakar akibat sunat dgn cauter itu.

Jadi kalau ada yg menawarkan sunat laser hati2 ya? Memang ada yg menggunakan laser beneran tapi jaraaang dan tekniknya pun sama seperti sunat konvensional.

Kembali ke cauter alias laser palsu, risiko yg hrs dihadapi:
1. Batang terpotong (proses menggunakan metode guiletin dimana kulit dijepit dgn klem batang dan pemotongan dilakukan diatas jepitan, nah kadang2 suka lepas nih jepitan atau jepitnya pas di batang, nah anak jg suka meronta2 jdnya cauter bukan hanya motong kulit tp jg motong batang)
2. Batang terbakar (ingat aja kalo panas itu akan dihantarkan dgn baik oleh logam, nah pas dijepit itu mau gak mau panasnya cauter merambat diklem dan diteruskan ke batang yg ada dibawah jepitan klem akibatnya batang terbakar)
3. Risiko kulit terlalu pendek atau panjang terpotong. Kalau kepanjangan sih gak terlalu masalah kl anaknya kecil ya paling kl erek*i sakit, tp nanti dia akan menyesuaikan. Tp kalo kependekan kulit yg dibuang jd dua kali kerjaan karena dikemudian hari akan nutup si kepala pe*is jd mesti dipotong lagi
dikemudian hr.

Nah sunat metode konvensional emang lbh lama ya sekitar 30-1 jam tergantung operator dan kooperatifitas anak. Tapi insya Allah jauh lebih aman, karena pemotongan kulit dilakukan dengan memastikan persis batas si kepala pe*is.

Perdarahan? Selama anak tdk ada gangguan pembekuan atau kelainan darah, insya Allah minimal, cukup ditekan ditempat perdarahan. Semakin kecil usia anak disunat semakin baik tingkat penyembuhan.

Jadi... Hati2 ya jgn asal cepat kilat burung eh pe*is jd korban

------------------------

Tambahan dari dr.anto

Sedikit menambahkan. .

Untuk itu perlu sekali diskusi dari peserta sunatan dengan panitia sunatan.

Sunatan apakah pribadi atau missal tetap sebaiknya dilakukan diskusi, ditanyakan metode yang dilakukan. Peserta sunatan tetap berhak untuk menolak metode yang ditawarkan kalau tidak yakin dengan keamanannya.

Satu hal yang juga harus ditanyakan saat sunatan adalah, tanyakan dengan jelas langkah" yang akan dilakukan oleh dokter, obat anestesi (penghilang nyeri apa yang digunakan). Hal ini menjadi penting karena obat anestesi pada sunatan yang direkomendasikan adalah yang TIDAK mengandung epinefrin.

Epinefrin tidak boleh diberikan sebagai campuran anestesi pada tindakan bedah di daun telinga, puncak hidung, ujung jari dan penis (sunat). Karena di daerah tersebut hanya dialiri oleh satu aliran darah (end arteries), sementara epinefrin berespon membuat pembuluh darah mengecil(vasokonstriksi) . Pada daerah yang diperdarahi oleh satu cabang arteri (end arteries) penggunaan epinefrin bisa meningkatkan risiko nekrosis (kematian jaringan). Kejadian nekrosis memang sedikit tetapi tetap bisa terjadi bila digunakan campuran anestesi epinefrin pada daerah-daerah tersebut.

Seringkali pemakaian anestesi mengandung epinefrin (pehacain: lidocain+epinefrin) memberikan kesan tidak ada perdarahan, karena pembuluh darah mengecil, namun sebenarnya hal itu disebabkan oleh efek epinefrin. Bilasetelah dijahit dan efek epinefrin hilang ada kemungkinan perdarahan barutampak, sehingga setelah proses sunat selesai tetap terjadi perdarahan.

Karena itu anestesi yang disarankan adalah lidocain tanpa epiefrin. Bila ada perdarahan segera bisa dihentikan. Dan tidak ada risiko nekrosis (kematian jaringan)

Mohon tetap cermat dan teliti dalam melakukan tindakan kesehatan. Selama tidak gawat darurat tanyakan selengkap"nya, cari informasi sebanyak-banyaknya. Konsultasi sedalam-dalamnya. Karena kesehatan milik bapak ibu bukan milik dokter.

dr. Anto

Hari ke-27 : Nyetrika baju PS

*Diselamatkan dari dinnykaa.multiply.com :D*

Progress resolusi 2011  ini sudah menampakan hasil yang lumayan, yang penting niat dan tenaga. Khususnya untuk point  6. Nyetrika baju PS sendiri xoxo *kenapa bajunya cenderung cepet kusut ya ? ada yg salah dengan teknik ?, akan di cari tau :D teknik kanji mungkin akan dilakukan kalo perlu itu baju di laminanting sajah hahaha*

Untuk resolusi ini dilakukan kaijian literatur dan investigasi pada teman2, soalnya si PS merasa baju2nya tuh kurang manteng gitu apalagi dibagian kerah.

Berikut hasil kajian literatur dan investigasi :
1. Baju kusut karena penyimpanannya, saat dimasukan lemari walau sudah disetrika licin karena penuh padeudeut jadi kusut lagih deh *sayang di tenaga inih, dan memang lemari kemeja PS di atas udah metet.

2. Baju kusut karena bahannya, misalnya kemeja katun, kalo ngak pinter2 nyuci dan nyetrikanya, sok gagal total wae, tapi ya karena suka kemeja yang nyaman, jalan keluarnya harus tau gimana cara nyuci dan nyetrikana heuheuheu.

3. Spek dalam memakai baju yang berbeda *halah*, soalnya ada juga siy yang ngak masalah kalo bajunya kusut sedikit, ada juga yang cuek bajunya kusut dan ada juga yg ngak nyetrika saat winter da ketutupan sama jaketna dll

Mungkin akan banyak, tapi mama pikir cukup tiga aja deh, biar cari solusina cepet ajah hihihi.
Dan akhirnya ditemukanlah solusi *buat pada ibu2 lain kayaknya inih mah cingcai nya, tapi mama d ini aneh bgt udah tujuh tahun pernikahan baru sadar *hadeuhhhhh*.

1. Proses nyuci dan nyetrika baju PS di ambil alih oleh mama d sendiri dengan proses pencucian metode kanji hahaha, soalnya metode biasa ngak cukup manteng ternyata.

2. Bebenah lemari baju PS yang udah penuh, sortir2 dan skarang lumayan lega. Setiap naro baju dari sebelah kiri ngambil dari sebelah kanan, soalnya mama suka pelupa yeuh, si PS kmaren pake baju apa, kalo gt kan mama ngambilinnya ngak pake mikir lagih, lumayan menyingkat waktu hahahaha.

3. Mengikuti speknya si PS ajah deh, abis doi bertahun2 dibesarkan dilingkungan yang kerah bajunya ajeg, jadi pas sedikit ngaplek ada yg aneh. Di rumahnya PS di sabrang, punya Bi Onah yang kerjanya cuma cuci baju dan setrika aja, nyucinya pake tangan, setrika yang d gunakan setrika jadul yang maha berat hihihihi. BI Onah seharian tuh kencan sama baju dan setrika :D.

Teknik kanji ini mengikuti resep mamanya Nopi sahabat sma mama, Via BBG mama ngebahas masalah ini hahaha, begini resepnya :

Bahan :
1. Baju yang sudah selesai di cuci
2. Kanji 1 sendok
3. Air

Alat :
1. Ember
2. Sendok kayu
3. Gantungan baju
4. Setrika biasa *pake yang berat ngak punya*

Caranya :
1. Baju cuci seperti biasa
2. Didihkan air setengah embereun *ember di rumah yang gede tapi ngak gede2 amat*
3. Campur 1 sendok kanji + air dingin kemudian masukkan air yang mendidih itu ke dalam ember kanji
4. Masukkan satu persatu baju, di mulai dr yg putih dl ke dalam ember air panah itu, celup-celup ajah sesuai keinginan, bebas aja kayaknya
5. Angkat baju, jangan diperas, digantung pake gantungan baju
6. Jemur jgn di bawah matahari, di angin2kan *mama mah di jemur biasa aja, hasil bajuna setipe sama dorodok yang belum jadi hihihi*
7. Angkat baju, di semprot2 dgn cairan pewangi dan pelembut pakaian secara merata, diamkan biar meresap
8. Setrika seperti biasa
9. Selesai

O iya jangan masukkan baju pada campuran kanji dengan air dingin, karena bisa jadi cilok hahahahahaha.

Hasilnya si PS meuni bahagia pake baju dgn kerah yg ajeg, sampe pulang kerja itu kerah masih ajeg aja, kalo bajunya sudah kusut. Yang penting kan sesuai permintaan, yaitu kerah ajeg hahaha, yg pusing kalo minta sama bajunya yg ngak boleh kusut dohhhhh musti dilaminating dahhhhhh. Tapi mesinnya blon ada yg bikinin wkwkwkwkwkwk. 

Hari ke-26 : Obat Cacing atau Cacingan

*Diselamatkan dari dinnykaa.multiply.com :D*


Di sela kepikukan sekeliling tiba2 PS pulang dengan tergopoh2 meminta mama d untuk memberikan obat cacing untuk anak2, weiii. PS begitu karena dia baru ngerumpi bersama bapak2 dengan topik yang lagi hot tentang kasus cacing 2 Kg yang bersarang di tubuh satu anak di bilangan Bandung Barat. Meluncur lah mama d ke artikel terkait dan ke milis tercinta, ternyata di milis sedikit hot juga hehehe. Seperi biasa harus jelas dulu apa yang akan dihadapi, maunya browsing2 mencari artikel2 tentang cacingan dari bebagai web terpercaya, tapi apa daya lagi tertimbun tugas yang keburu cuma fesbukan wkwkwkwk *alesan*. Tapi penasaran keukeukeu, sedikit hasil browsing bekal diskusi dengan PS, PS kita tetap rasional ok ? :D 

Gejala cacingan : http://www.mayoclinic.com/health/ascariasis/DS00688/DSECTION=symptoms

 Jika sesuai, so pemeriksaan yang dilakukan, yaitu :http://www.mayoclinic.com/health/ascariasis/DS00688/DSECTION=tests-and-diagnosis 

Pengobatan cacingan jika terbukti cacingan : http://www.mayoclinic.com/health/ascariasis/DS00688/DSECTION=treatments-and-drugs

 Biar makin mantep, berikut mama copas postingan dr Windhi Kresnawati di milis SEHAT yang menerangkan tentang cacingan secara jelas. Makasih dr Windhi, maaf di copas :D. 

------------------------------------------------ 

Wed May 5, 2010 11:09 pm 

Malam moms, memang cacingan bisa membuat usus tersumbat karena massa cacing tersebut (akhirnya harus dioperasi). cacingan juga bisa membuat anemia kronis. SK mentri kesehatan (th 2005 klo gak salah, apa 2004 gitu, lupa) menyatakan perlu pemberian obat cacing berkala (setiap 6 bulan) pada anak usia sekolah SD di tempat-tempat tertentu --> namanya blanket treatment, semua anak tanpa dilihat kecurigaan dia cacingan atau tidak, langsung diberikan pencegahan dengan obat cacing. 

Blanket treatment sendiri tidak boleh dilakukan tanpa disertai penyuluhan kesehatan. karena hidup bersih dan sehat merupakan kunci utama mencegah cacingan, bukan obat cacing. seperti apa tempat tertentu itu? tempat yang sangat endemis dengan cacingan dan perilaku kesehatan yang buruk serta sanitasi yang tidak memadai, seperti : 

- daerah pantai (nelayan). 
- tidak tersedia jamban untuk BAB.
- sulit menjangkau air bersih - sulit mendapatkan sabun 
- perilaku kesehatan yang tidak baik (tidak gunting kuku, cuci tangan, minum air yang dimasak). 

Bagaimana dengan lingkungan yang baik dan perilaku kesehatan yang baik seperti anak2 anda? di SK yang sama dinyatakan Bu Menkes bahwa tidak dilakukan blanket treatment, tapi untuk anak perkotaan, yang tidak memenuhi syarat lingkungan seperti di atas, dilakukan penyuluhan kesehatan sebagai pencegahan dan pengobatan secara selektif. 

apa sih selective treatment itu? obat cacing diberikan pad anak2 yang dicurigai cacingan: badan kurus, kuku kotor, pucat, perut buncit, gangguan BAB, anus gatal, dll. anak2 ini akan diambil sampel tinjanya untuk diperiksa dilaboratorium, anak dengan tinja yang terbukti mengandung telur cacing, maka diobati sesuai pedoman cacingan. 

Jika terbukti sangat banyak anak yang terinfeksi cacing (ada prevalensinya berapa persen gitu, saya lupa), maka boleh di sekolah tersebut dilakukan blanket treatment. intinya, jangan langsung parno dengan cacing 2 kg itu, lalu tergopoh2 memberi obat cacing pada anak2 anda, yang mana obat cacing juga berefek samping. lihat dulu baik2 adakah gejalanya? apakah primary prevention dilakukan? (seperti kebersihan kuku, cuci tangan setelah BAB, cuci tangan sebelummakan, BAB di jamban, dll) 

Windhi 
"jadi inget jaman2 di puskesmas, keliling SD penyuluhan cacingan" 

----------------------------------

 Tue Mar 23, 2010 10:59 pm 

ada dua indikasi pemberian obat cacing :
 1. terbukti cacingan (pemeriksaan tinja, BAB cacing). 
2. pencegahan pada daerah yang prevalensinya tinggi dan higenitas, sanitasinya rendah. daerah yg dimaksud dengan no.2 adalah : tepi pantai, nealyan, dengan MCK campur, atau masih MCK disungai, air bersih terbatas. kebersihan masih rendah. 

Untuk itu , pemerintah membuat program eradikasi cacingan dengan penyuluhan hidup bersih dan pemberian obat cacing pada ank SD, bisa diulang 6 bulan lagi. jadi minum obat cacing kalau memang terbukti cacingan. tapi jangan tunggu cacingan, lakukan pencegahan dengan gaya hidup sehat : 

- cuci tangan sebelum makan dan sesudah BAB dengan sabun dan air mengalir. 
- minum air matang - BAB di jamban 
- potong kuku, dan jaga kebersihannya
 - memakai alas kaki saat bermain di tanah. kalau mau browsing, cacing perut bisa dengan ascariasis, enterobiasis.

 Windhi   

Monday, June 03, 2013

Hari Ke-25 : Memilih

Ketika dahulu ngeblog di blog.com dan di Multiply, banyak  kisah yang di bagi dalam blog namun ternyata  skarang saat akan posting selalu melewati perenungan yang panjang dahulu wkwkwkwk. Kala ini selalu merasa lebih baik jika  postingan tidak bersifat pribadi. Tanda-tanda makin dewasa niy #eh wkwkwkwk.

Saat posting di MP dulu, justru postingan yang bersifat pribadi ini lah yang membuat  lebih dekat dengan teman2 MP. Saat blogwalking kita mengenal betul karakter teman2 dari psotingan pribadi ini. Postingan pribadi ini bercerita tentang diri sendiri, anak, suami, sekitar pemilik blog dengan tawa, canda dan sedihnya. Banyak temen2 MP yang menjadi teman dan sabahat di dunia nyata sekarang, malah sudah seperti  saudara. Ini adalah satu alasan kenapa jarang ngeblog lagi. Tapi ada beberapa postingan MP yang akan di reblog di sini karena akan membantu saya menemukan link jika materi postingan tersebut saya perlukan di kemudian hari.

Wednesday, May 29, 2013

Hari ke- 24 : Sakadang Dermatitis Atopic

*Diselamatkan dari dinnykaa.multiply.com :D*

Ternyata adik mendapat warisan alergi dari Mama d hikss, foto di samping baru episode awal, pelan tapi pasti itu alergi menjamah tubuh si adik, di mulai dari leher yang memang sangat tersembunyi akibat kegendukan si adik, lanjut mengarah ke muka dan ke kaki. Si adik siy ngak rewel, dia happy happy aja walau muka merah kayak tomat, yang serem justru yang ngeliat sambil banyak tanya dan mama d jadi berbusa-busa menjelaskan sakadang alergi ituh. Total 10 minggu adik bergulat dengan DA, awalnya mama kira karena ASI yang luput di lap di pipinya, tapi mama ngak yakin abis mama dan mba tak pernah luput dari lap2 ini.
Namanya dermatitis atopic (DA) alias eksema yaitu peradangan kronik kulit yang kering dan gatal yang umumnya dimulai pada awal masa kanak-kanak. Eksema dapat menyebabkan gatal yang tidak tertahankan, peradangan, dan gangguan tidur.  Penyakit ini dialami sekitar 10-20% anak. Umumnya episode pertama terjadi sebelum usia 12 bulan dan episode-episode selanjutnya akan hilang timbul hingga anak melewati masa tertentu. Sebagian besar anak akan sembuh dari eksema sebelum usia 5 tahun. Sebagian kecil anak akan terus mengalami eksema hingga dewasa. Eksema tidak menular. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun penanganan yang tepat akan mencegah dampak negatif penyakit ini terhadap anak yang mengalami eksema dan keluarganya. (http://www.sehatgroup.web.id/?p=147)
Studi literatur terus dilakukan sambil banyak bertanya sama smua orang, ngubek2 arsip milis SEHAT dan berusaha memahami si DA ini. Infomasi dari nenek 911, saat mama bayi juga mengalami hal yang sama, tosss dunk dik. Berdasarkan hasil studi literatur (http://www.sehatgroup.web.id/?p=147) harus dilakukan penanganan sehari-hari baik saat dalam episode eksema maupun di luar episode, yaitu menghindari faktor-faktor di lingkungan yang memicu atau memperparah eksema, misalnya:
  1. Mainan, air liur, atau makanan di sekitar mulut
  2. Bahan seperti wol atau pelapis car seat
  3. Detergen, sabun, bubble baths, antiseptik
  4. Kontak dengan bulu hewan
  5. Menggunakan krim pelembab (moisturiser)
  6. Krim pelembab dapat digunakan sesering mungkin. Gunakan obat, krim, dan salep sesuai instruksi dokter
  7. Menggunakan moisturiser atau bath oil untuk mandi
  8. Kortikosteroid topikal jika gatal dan kemerahan masih menetap setelah menghindari pencetus eksema. Jika digunakan sesuai instruksi, obat ini aman dan efektif untuk mengatasi eksema
  9. Kadang dokter meresepkan satu salep untuk daerah yang paling teriritasi dan salep lain yang lebih lemah untuk daerah yang hanya mengalami eksema ringan dan daerah peka seperti wajah
  10. Mengatasi gatal
  11. Garukan akan memperparah eksema dan berisiko menyebabkan infeksi. Beberapa cara untuk mengatasi gatal dan garukan adalah:
  12. Mengalihkan perhatian anak saat ia menggaruk
  13. Menghindari kondisi yang terlalu hangat untuk anak
  14. Menggunakan krim pelembab (yang ditaruh di kulkas sebelumnya) sebelum tidur
  15. Memakaikan sarung tangan pada anak saat tidur
  16. Jika perlu, berikan obat yang diresepkan dokter untuk mengurangi gatal di malam hari
  17. Selalu memotong pendek kuku anak
  18. Jika gatal sangat berat, kompres dingin dan teknik balut basah dapat digunakan untuk membantu anak tidur
Sungguh tak mudah melaksanakan penanganan sehari2 pada adik, walau adik masih pasrah tapi dia juga sudah punya rarasaan hihihi, dari 18 di atas baru ini lah yang mama lakukan :
  1. Mengganti deterjen bayi untuk mencuci baju adik dengan menggunakan sabun bayi
  2. Tetap tidak memakaikan kosmetik bayi, alhamdullilah niy dr lahiran si adik ngak pake kosmetik apapun jadi lebih mudah deh
  3. Rajin lap2 si adik dari keringat, air liur, ASIP dll, pokonya musti kering ni bocah
  4. Membersihkan lokasi DA dan mengeringkannya trus langsung olesin pelembab
  5. Memandikan adik dengan air yang suam2 kuku
  6. Memakaikan baju yang nyaman, ngak bubuntel, skarang pake baju kutung dan celana pendek aza
  7. Memakai kortikosteroid topikal, setelah 5 hari tak ada perbaikan malah melebar mama pakaikan  Pelembab yang disarankan dr ian dan alhamdulillah tidak dalam waktu yang lama kulit adik mulus lagih *nuhun dr ian muachhh*
  8. Memakaikan pelembab di lokasi DA dan lipatan kulit
  9. Memotong kuku adik sesegera mungkin, lewat dikit garukannya menghiasai wajahnya. si adik emang garuk2 mulu ke wajahnya, baru sadar sekarang apa sebabnya
Sakadang DA memang akan datang dan pergi, yang penting adalah menjaga kelembabab kulit si adik. Alhamdullilah kalo udah tau apa yang harus dilakukan mah tidak panik suranik deh. Terima kasih untuk smua terutama untuk Bunda Wati dan dr. Ian muachhh.

Hari ke- 23 : Kejadian aneh aka kejadian oon :p

*Diselamatkan dari dinnykaa.multiply.com :D*

Sudah beberapa tahun ini mama tuh melakukan kejadian yang aneh, mama sulit mendeskripsikan jenis mobil, bukan hanya merk yang kian hari kian banyak tapi warna dll. Kalo kejadiannya hanya satu kali wajar nya tapi kejadiannya sudah beberapa kali, sudah layak dapet gelas :p. Kejadian ini sudah di mulai dari tahun 2007 halah sudah dua taun dan tetap kejadian wae. 

Apaan siy ? okeh akan di jelaskan :P


1. Mama lagi di Mandiri di anter supir Pak DL. Seperti biasa pak DL tuh suka rumpi2 sama supir lain kalo lagi nunggu mama, Mandiri tampaknya lagi penuh so jadi lama. Akhirnya mama selesai dan masuk mobil kantor lagi, tapi ko dah 5 menit pak DL ngak masuk2. Ngak berapa lama pak DL menghampiri sambil bilang "Maaf Bu, mobilnya yang sebelah sini". Wakakaka mama salah masuk mobil, dooh ko bisa nyak, ya bisa dunk, abis mobil yang dimasukin mama tuh kembaran banget, Xenia warna biru hihihihi. Lagian yang punya mobil ko ngak d kunci siy, tetep ngebela diri :p

2. Mama lagi JJS sama Yanti adik ipar dan ganknya, biasa lah ngasuh :p, udah muter2 PTC, kami pun pulang. Sampe di mobilnya Yai, ko ni pintu ngak di buka2 nyak, oalalah ternyata salah deskripsi mobil lagih, tuh gadis2 udah cekikik aza. Kali ini mah warna mobilnya yang kembaran yaitu merah, jenis mobil jelas2 beda hihihihi. Untung aza tuh mobil di kunci jadi mama ngak bisa masuk wakakaka

3. Ini kejadian tadi siang selesai UTS mo ngopi catetan Ganda satu semester, biar ngak usah nyatet2 lagi hihihi. Proses ngopi catetan lancar soalnya ngak ada saingan yang ngopi. Nah dah selesai balik dunk ke mobil Ganda, mama nunggu aza pintu mobil di bukain, tau2 si Ganda teriak, Din mobilnya yang ini heu3. Haduh salah lagi deh, kali ini mobilnya Kijang, tipe mobil dah jelas beda dan warnanya pun dah jelas beda, mobil Ganda item, tu mobil warnanya putih hihihihi. Dasar buta warna kali nyak :p.

Ko bisa gini nyak, penjelasannya cuma satu, otak mama udah penuh, jadi kalo ada yang masuk musti ada yang keluar hihihi. Hayo siapa yang mau ngasih gelas

Hari ke- 22 : Kalo Saya Memompa/memerah ASI Saya

*Diselamatkan dari dinnykaa.multiply.com :D*


Kemarin saat di pesat 4 bandung, ada temen yang nanya "kenapa saya mompa disembarang tempat" huahahahaha emang iya siy. Baiklah dijawab disini aja deh panjang lebar, kmaren waktunya ngak cukup ya *lirik2 yang ngak mau disebut :p*.

Sebenarnya saya sudah meminta kepada atasan di kantor untuk membuat ruang laktasi, tapi apa mau dikata, tidak ada ruangan yang bisa difungsikan untuk ruang laktasi, ruangan sudah penuh, kecuali musola xixixixi. Diruangan sendiri ngak bisa juga siy awalnya, karena berdua dengan sejawat laki-laki dan ruangan ada kacanya, so ngikutlah ke ruangan temen yang laen, tapi ya di setiap ruangan itu ngak ada yang smuanya perempuan, di campur gitu, jadi ya kalo ngikut mompa, sejawat lelaki pada keluar, judulna jadi ngeganggu kinerja temen.

Ruangan rapat kalo ngak di pake ok juga buat merah, masalahnya ni ruangan sering dipake jadi sulit dah disini. Musola juga ngak bisa di pake, soalnya full kaca, katoong dari luar. Kalo mompa di toilet, amit2 jabang bayi, pipis aja mending balik k rumah dulu :p. Dengan keadaan begini saya ngak mau pegang bendera putih aka menyerah, akhirnya saya mompa di ruangan sendiri, layout perabotan di atur sebisa2 agar kalo lagi merah ngak keliatan dr luar, bisa nyumput lah dari temen sejawat yang laki-laki, pake apron menyusui dan minta ijin sama sejawat laki-laki hihihihi. Karena udah biasa kerja di lapangan yang bisa satu tenda rame2, jadi ya kami gitu deh tidak masalah, akhirnya mompa di sana lah di depan sejawat laki2 itu, tapi kan pake apronnnnnn jadi ketutupan. Teman sejawatku biasa aja siy, paling keberisikan ketika si pompa beraksi, sampe dibilangin mesin rumput sama sejawat yg lain, tapi biarin aja, ngak pentingggg.

Karena nyambi kuliah so musti merah juga di kampus, musola adalah tempat favorit, walau ngak tertutup tapi di bagian pojok ada ruang kecil tak berpintu, jarang dilewati orang dan ada colokan listriknya, tetep berapron. Kalo lagi beruntung, OB kampus suka mempersilahkan saya memompa di dapur bersih staf atau di kelas, hatur nuhun ya bapak2. Merah di depan dosen pernah dijalani, saat kuliah berlangsung lo, ngak kuat sakit bangetttt soalnyah, di bangku paling akhir agak mojok, pake apron, ngak ada yang tau, sadar2 saat saya ngaku sama teman2 hihihi. Saat harus ke kampus ciumbuleuit, rada bingung juga, lab geoteknik tutup dan ngak ada yang kenal disana, akhirnya mompa di musola Arsitek dengan bermukena ria wakakakaka.

Kadang2 saya harus dinas kantor ke berbagai daerah, mompa di kereta Mutiara Selatan pernah, di kereta ini ada colokan listriknya lo, mantappp tinggal colok ajak. Mompa di lapangan juga pernah, kalo ngak di mobil, di mesjid, di musola, di tempat kontraktor, dan di rumah masyarakat.Kalo lagi ngangkot saat PD penuh atau sakit, turun dulu cari tempat yang bisa merah.

Kesannya memang mompa disembarang tempat, tapi inilah hidup, tidak selalu seperti yang kita mau. Alhamdulillah saat saya mompa, disekitar saya saat itu tidak ada yang keberatan, saya selalu meminta ijin dulu takutnya ada yang tidak nyaman. So saya sangat berterima kasih kepada semua yang memaklumi saya memompa atau memerah di dekatnya. Terima kasih kepada para dosenku yang selalu memberikan keleluasaan waktu baik saat kuliah atau saat di lapangan saat saya mompa atau merah. Terima kasih tak terhingga untuk A Ato, teman sejawat yang seruangan ituh :D dan tentunya smuanya yaaaaa.

Kenapa smua itu saya lakukan, semata-mata demi pujaan hati kami Muhammad Akhtar Rasyad Shaldy, smoga kau tumbuh dan berkembang dengan baik

Hari ke -21 : Anak *karya Khalil Gibran*

Satu karya Kalil Gibran ini membuat saya berkaca dan terus belajar menjadi orang tua untuk dua krucilku. Pernah di posting di blog jadulku, tetap menjadi andalan kalo lagi perlu pecut. Hihaaa

------------------ 


ANAK


Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dekapan dadanya berkata,
Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata: 
Anakmu bukanlah anakmu.
Mereka putra-putri kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka datang melalui engkau tapi bukan dari engkau,
Dan walau mereka ada bersamamu tapi mereka bukan kepunyaanmu.

Kau dapat memberi mereka cinta-kasihmu tapi tidak pikiranmu,
Sebab mereka memiliki pikirannya sendiri.
Kaubisa merumahkan tubuhnya tapi tidak jiwanya,
Sebab jiwa mereka bermukim di rumah masa depan,
yang tiada dapat kausambangi,
bahkan tidak dalam impian-impianmu.

Kauboleh berusaha menjadi seumpama mereka,
tapi jangan berusaha membuat mereka seperti dirimu.
Sebab kehidupan tiada surut ke belakang, pun tiada tinggal bersama hari kemarin.
Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.

Sang Pemanah membidik tanda sasaran di atas jalan nan tiada terhingga,
dan Dia menekukkan engkau dengan kekuasaan-Nya
agar anak panah-Nya dapat melesat cepat dan jauh.

Meliuklah dengan riang di tangan Sang Pemanah.

Sebab sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat,
demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap.

Khalil Gibran

Monday, May 13, 2013

Hari ke- 20 Gadget Dapur

Baru ngerti kenapa mamaku dulu hobi bener beli apa nyicil gadget dapur, segala di beli sampe panci2 segede  jolang, yang dipakainya sekali dua kali kalo ada acara aja. Ternyata sekarang terasa sensasinya setelah jadi ibu2 yang wajib turun ke dapur, walau ke dapurnya hanya beberapa menit sajah :)). Jadi berasa seperti mengumpulkan text book yang disusun di lemari buku, merasa "aman" padahal kapan2 dipakainya :)).

Mengumpulkan gadget dapur secara syah dilakukan itu sebelum menikah, baru yang kecil2 saja semacam gelas, piring, sendok, garpu, panci dkk, gadget yang dibutuhkan untuk bertahan di dapur. Bersamanya waktu mulai deh merambah ke blender, mixer, oven, timbangan elektrik, pembuat wafel, double pan dkk. Apalagi koleksi barang2 yang berwarna putih untuk di dapur, makin parah dah wkwkwkwkwk. Kalo di kantor jadi anomali sendiri, yg lain bahas gadget canggih2 lah ibu satu ini ngomongin breadmaker dan tensimeter :)). Tapi dengan begitu jadi makin jatuh cinta ke dapur, karena dengan kemudahan yang dihasilkan gadget tsb, mempercepat bekerja di dapur dan waktu anak2 tidak tersita hanya untuk uplek di dapur. Jadi pengen bikin wishlist gadget dapur, postingan selanjutnya yaaaaa.

Perkenalkan breadmaker kesayangan :))
Source : http://www.mrbreadmaker.co.uk/kenwood/bm250/



Monday, May 06, 2013

Hari ke-18 : Strategi Untuk Bertanya

Punya anak baru gede itu sesuatu banget deh, cara bertanya tentang sesuatu harus benar, salah sedikit dibilang "kepo" #uhuk. Entah berapa kali selalu dijawab dengan "Mama kepo ih", "Mama mau tau aja", "Ih mama ini kan urusan aku" padahal mama cuma pengen tau jadwal aja untuk mecingin kegiatan. Kalo udah ada yg teriak gt, si mama nyengir sambil bilang sama diri sendiri  "Sukuuurrrrr makanya jangan kepo" wkwkwkwkwkwk. Ternyata oh ternyata setelah berhari-hari cari wangsit, cara bertanyanya adalah seperti ini :

Maksud : mama ingin tau agenda kadaf liburan UN ini, karena mau mecingin jadwal, ada rencana nengok nenek A untuk silaturahmi.

Mama : " Ka rencana kaka hari ini apa saja ? mama mau mecing jadwal niy, ada rencana mau ke rumah nenek A"

Kadaf : "Hmmm kalo pagi2 cuma mau nonton TV sih, siang mau ngerjain bikin rangkuman aja, dan berpikir cara ngerjain proyek, ada rencana mau ke mesjid juga sore dan main sepeda juga sore kayaknya"

Mama : " Kalau setelah magrib ke rumah nenek A gimana ? waktunya ok ngak ?"

Kadaf : " Ok aja, aku ke mesjidnya ashar aja, yang lain gimana kaka aja"

Dealllllllllll

Lancarrrrrrrrrrrrrrrrrr banget yaaaaaaa. Ya ilah lah orang anaknya udah dewasa jadi perlakukan secara dewasa juga #jleb. Sesuai dengan hasil terawangan sigolok, kalau doi perlu kepastian waktu eh salah sekarang mama yang perlu kepastian waktu deng.

Tuesday, March 05, 2013

Hari ke -17 : Langkahnya adalah Belajar



Salah satu misi saya sebagai orang tua adalah bisa menjadi fasilitas belajar dan fasilitas pelindung dari anak-anaknya, orang tua bisa menempatkan diri sesuai situasinya. Awalnya emang ngak tega xoxoxoxo *tutup muka*, tapi #katatoge hal ini adalah mau dan tidak mau, demi anak-anak harus dilakukan.

Ketika jadi fasilitas belajar otomatis pan kita jadi memaparkan hal yang ngak enak buat anak, maunya pan kita ngak pengen anak susah dan mau cepet dalam smua hal alhasil seringnya ngebemperin anak-anak. Dalam rangka menjadi fasilitas belajar akhirnya saya mulai belajar melepaskan bemper saya. 

Sebagai contoh :
1. Kadaf ketinggalan sabuk taekwondo. Sebagai fasilitas pelindung : anterin sabuk taekwondo ke sekolah, sebagai fasilitas belajar tidak mengantarkan sabuk itu dan kadaf belajar dari situasi yang dihadapinya.
2. Kadaf hilang rangkuman pelajaran. Sebagai fasilitas pelindung : minta rangkuman ke bu guru atau pinjem sama mama temen kadaf. Sebagai fasilitas belajar : liatin aja wkwkwkwk solusi yg diambil kadaf adalah minta ke bu guru lagi
3. Kadaf ada "project" dari sekolah. Sebagai fasilitas pelindung : ngerjain project kadaf, atau bantuin 80 % minimal wkwkwkwk. Sebagai fasilitas belajar : hanya membantu kalau kadaf perlu bantuan dan bukan merupakan strategi kadaf agar mama ngerjain wkwkwkwkwk. 
dll

Sesungguhnya dalam pelaksanaannya banyak strategi-strategi dari anak-anak yang dilakukan agar mamanya menjadi fasilitas pelindung, so mamanya harus kuat hati xoxoxoxo. Contoh dari adik menyusul ya... ada pemberitahuan mati lampu niy.

Friday, March 01, 2013

Hari ke-16 : Ayo kita belajar dinamika bumi :D

Ini tulisan lama saya di MP saya ingin bagi dengan teman-teman di sini. Ada satu vidoe yang saya upload yang merupakan pemberiaan dari Pak Edi dosen di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian – LIPI. Saya bertemu Pak Edi saat kunjungan lapangan bersama teman2 dan dosen saya dari Pasca Geoteknik Unpar ke Karang Sambung Kabupaten Kebumen. Di Karang Sambung kami belajar tentang geologi. Sayang video itu hilang bersama errornya HD external saya, saya berusaha untuk mencari di dua web yang dirujuk di video tersebut, hanya sayang kedua web itu sudah tidak aktif. Jika ingin melihat videonya, berkunjung ke MP saya ya ini link nya http://dinnykaa.multiply.com/video/item/4/Ayo-kita-belajar-dinamika-bumi-D

-----------

Letak indonesia di pertemuan empat lempeng tektonik utama yaitu eurasia, indo australia, pasifik dan philipine mengakibatkan mekanisme tektonik dan geologi di indonesia lebih rumit (simanjuntak, 1994). Ke empat lempeng tersebut mengalami pergerakan saling bertemu, lempeng satu sama lain itu saling menahan sehingga ada energi disana. Saat lempeng tersebut tidak bisa menahan energi yang terkumpul itu maka jegleg terjadilah gempa. (dengan seizin Tuhan, tentunya :D *@wadesay mode on*).

Kenapa terjadi gempa terus ? Karena setelah terjadi jegleg di satu lokasi maka lempeng mencari keseimbangan sehingga terjadi perkumpulan energi disana, maka terjadilah jegleg lagi disana.

Kapan dan di lokasi mana gempa akan terjadi, sampai saat ini belum ada yang bisa tau. Saat ini manusia dan teknologinya hanya bisa memprediksi dengan menggunakan statistik dan sejarah kegempaan disuatu daerah. Yang tau lokasi dan waktu TEPATNYA hanya Allah karena itu adalah rahasia-Nya.

Jadi apa yang harus kita lakukan ? Bersiap menghadapinya, terus belajar agar ditemukan teknologi2 yang efektif dan murah yg buatan manusia itu, agar meminimalisasi resiko dan dampak yang terjadi.

Memang ibarat dua sisi mata uang, satu sisi pergerakan lempeng itu jadi bencana tapi satu sisi lain menjadikan Indonesia menjadi kaya akan mineral.

Film ini adalah karya LIPI dkk sebagai materi edukasi untuk belajar dinamika tanah, smoga dengan video ini kita bisa belajar banyak.

Terima kasih untuk dosen gempaku *Pak minjem kata jeglegnya :D*, Pak Edi dosen di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian – LIPI, untuk video dan ilmu yang tak terhingga untuk memahami geologi di Karang sambung, wade yang menjadi editor postingan inih dan nenk Kathy yang memberikan semangat.

Halah meuni pake ucapan terima kasih tapi betul saya sangat berterima kasih, karena tidak mudah untuk memutuskan memosting ini.

Thursday, February 28, 2013

Hari ke-15 : Ber-pinterest Ria

Salah satu yang jadi saluran emosiku adalah ber-pinterest ria, bisa bikin semaput, hokcai berakhir bahagia karena bisa ngehayal wkwkwkwk. Smua ada di situ deh, buat ibu2 dijamin bakal betah. Saya banyak nyontek dari sini, dari mulai cara ngosrek, ramuan pengosrekan, resep2, gaya beberes buku, ngekhayal isi rumah, pilih2 gaya dapur ah pokonya nikmat deh, mumpung ngekhayal itu gratis xixixixi. Suka banget deh banyak ide-ide ajaib yang berseliweran asal kitanya rajin jiahahaha.

Misalnya ini :
Jenius kan wkwkwkwk, bisa mengerahkan smua penghuni rumah untuk mengepal lantai jiahahahaha. Ngak ada lagi yang protes kalo lantai rumah ngeres. Smua penghuni rumah berkomitmen sama yaitu mengepel rumah bersama wkwkwkwkwk.

Source : http://pinterest.com/pin/29203097554078363/




Atau yang ini, ah sorga banget yaaaaa. Smua terorganisasi dengan baik, rapi jali. Ngak bakala ada lagi yang teriak kalo nyimpen ini dimana nyimpen itu dimana. Sudah di coba tapi amburadul terus dan ternyata seringnya ngak ada isinya wkwkwkwkwk.

source : http://pinterest.com/pin/29203097554065155/











Dambaanku ini di simpan di ruang tengah, ah maknyossss buku2 rapi tersimpan di sana. Udah minta sama PS, masih nunggu yang menghibahkan bekas gulungan kabel niy.

Source : http://pinterest.com/pin/29203097554061143/

Silahkan main-main ke sana jangan lupa follow saya dan nge-pin yess.

Hari ke-14 : Satu Sosis dan Satu Nugget

Relasi kakak adik itu misteri, kadang mesra ketawa cekikikan bersama kadang perang bergumulan, rumah ramai luar biasa. Kalo dulu selalu jadi hakim, apalagi ada yang menangis, berisik atau beradu fisik. Sekarang lagi belajar jadi wasit xixixixi. Tidak memenangkan yang umurnya lebih muda atau sebaliknya, tapi membela yang benar, kalo ada adu fisik selamatkan yang benar. Jadi kalau ada pertikaian mama memperhatikan demi keamanan bersama. Terkadang salah satu meminta pembelaan, tapi mama berperan sebagai kamus saja.

Tadi pagi saat sarapan, kadaf ingin tambah sosis, mama setujui, urusan makanan memang mama serahkan sama anak2, baik menu dan porsinya, jadi sediakan makanan di meja saja. Kadaf seperti biasa akan goreng sendiri. Namun di kulkas yang tersisa hanya satu sosis dan satu nugget. Kadaf tawarin adik dan keajaiban terjadi.
Kadaf : "Adik mau digorengin sosis atau nugget ?"
Adik : "Mauuuuu"
Kadaf : " Tapi hanya ada satu sosis dan satu nugget, kaka mau sosis"
Adik : "Aku nugget saja, terima kasih kaka, kau selalu baik padaku"

Wawwwww mereka bersepakat, mama udah ketar ketir aza bakal rebutan, ternyata tidak, keren sekali. Terima kasih kadaf dan adik, mama bangga jadi mama kalian.

Wednesday, February 27, 2013

Hari ke-13 : Bahagia Itu Sederhana

Bahagia itu sederhana....
Alhamdulillah

Saat jatoh dari ojeg motor anak-anak tak kurang suatu apa
Serabi oncom
Menemukan ramuan untuk ngosrek wc
Di balur beas kencur sama kadaf
Adik tidur sebelum jam sembilan dengan mandiri
Menemukan setrika uap yang murah meriah
dan menemukan ini, ya Allah kiyut banget deh wkwkwkwkwk

 source : https://s4.bukalapak.com/system/images/2/0/0/1/6/4/4/large/cto-khaki.jpg?1359660942