Tuesday, June 04, 2013

Hari ke- 28 : Sunat

*Diselamatkan dari dinnykaa.multiply.com :D*

Updated : Bangdaf sudah di sunat pake metode konvensional dengan perawatan biasa saja tanpa mengkonsumsi antibiotik yang dioleh2in sama dokternya. Di jaga dari kotoran aja siy, peke betadin.

-----------------------

Sebagai ibu dua jagoan, mama d wajib tau dan memahami dengan masalah sunat ini, di mulai dari hari ini wajib mencari literatur tentang sunat. Smoga jika tiba saatnya dua jagoan di sunat, kami sudah memahaminya. 

Definisi sunat : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023

Benefit : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023/DSECTION=why-its-done

Risks : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023/DSECTION=risks

How you prepare : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023/DSECTION=how-you-prepare

what you can expect : http://www.mayoclinic.com/health/circumcision/MY01023/DSECTION=what-you-can-expect

Sangat bagus disimak dengan gaya khas dr Ian posting diblognya, dicari2 di blognya ngak dapet linknya eee malah dapet copasan di milis, mama d copas ya, nuhun nenk dokter. Dari penjelasan dr. Ian ini, mama bisa memahami dan memilih metode apa yang baik untuk di sunat, konvensional yess. Serta postingan dr. Anto di milis SEHAT tentang sunat dan tentang anestesi pada proses sunat, makasih dr. Anto.

------------------

Musim liburan sekolah identik dng musim potong burung alias sunat. Ya sbnrnya bukan burung yang dipotong bukan pula pe*is yg dipotong tapi cuma kulit pembungkusnya aja.

Nah sayang nih banyak orang tua yg tergoda dengan metode sunat yg tdk berdarah alias pakai klem atau laser. Ya sunat emang hrs berdarah dong, kalo emang gak ada kelainan darah ya ngapain takut kalau abis sunat berdarah.

Metode klem: 
gw gak bisa deskripsiin pastinya gak baik kenapa, yg jelas gak ada ukuran pe*is yg jelas2 sama persis, jd blh dibilang cocok2an lah ma lubang si klem. Risikonya bisa kependekan motong kulitnya, dan atau
kepanjangan, atau malah bisa luka si batang pe*is-nya. Nah kalo di amrik bayi2 baru lahir emang sunatnya pake smartclamp jadi ada klem/cincin yg bentuknya sedemikian rupa dan ukurannya bisa diadjust (ini bedanya sm metode sunat klem yg ada skrg) diletakkan dipe*is selama beberapa hari, tentu saja targetnya si kulit itu ya, dalam beberapa hari kulit itu akan copot dan terlihat deh kepala batang pe*is-nya. Nah metode ini cukup aman mengingat bayi baru lahir pe*is-nya lbh kecil, jd kulit lbh sedikit yg dibuang, perdarahan jg lbh sedikit, proses penyembuhan lebih baik.

Yg bikin miris adalah sunat dng metode laser yg dimana bukan laser yg dipake melainkan electric cauter yg digunakan untuk bedah mayor. Nah metode inilah yg tak jarang bikin burung melayang.
Ingat ya sunat bukan kek pemilu 5 menit untuk 5 tahun tapi salah2 bisa madesu (masa depan suram).
Jadi teringat jaman koass, ada anak kecil yg sedang berlarian... Sekilas gak ada yg salah dgn anak kecil itu, tp kenapa wajah orang tuanya tampak bermuram durja? Ternyata... kalo dilihat lbh dekat lg, waduh batangnya tinggal kurang dr setengah.

Ya anak mah belum ngerti apa manfaat batang itu tapi dikemudian hari aduh pasti ada rasa kecewa dgn batang yg ia miliki. Jadi anak itu salah satu korban sunat dng cauter (ingat ya kalo ada yg bilang laser bohong itu cauter). Entah bagaimana prosesnya bukan cuma kulit yg terpotong tp batangnya juga. Yah mau disambung lg jg susah karena cauter itu sifatnya membakar masing2 ujung jaringan sdh keburu terbakar dan sulit untuk direkonstruksi.

Kemarin baca didetik jg ada anak di pekan baru yg batangnya terpotong juga. Gw pribadi pernah dapat 
setidaknya 4 kasus anak dng batang terbakar akibat sunat dgn cauter itu.

Jadi kalau ada yg menawarkan sunat laser hati2 ya? Memang ada yg menggunakan laser beneran tapi jaraaang dan tekniknya pun sama seperti sunat konvensional.

Kembali ke cauter alias laser palsu, risiko yg hrs dihadapi:
1. Batang terpotong (proses menggunakan metode guiletin dimana kulit dijepit dgn klem batang dan pemotongan dilakukan diatas jepitan, nah kadang2 suka lepas nih jepitan atau jepitnya pas di batang, nah anak jg suka meronta2 jdnya cauter bukan hanya motong kulit tp jg motong batang)
2. Batang terbakar (ingat aja kalo panas itu akan dihantarkan dgn baik oleh logam, nah pas dijepit itu mau gak mau panasnya cauter merambat diklem dan diteruskan ke batang yg ada dibawah jepitan klem akibatnya batang terbakar)
3. Risiko kulit terlalu pendek atau panjang terpotong. Kalau kepanjangan sih gak terlalu masalah kl anaknya kecil ya paling kl erek*i sakit, tp nanti dia akan menyesuaikan. Tp kalo kependekan kulit yg dibuang jd dua kali kerjaan karena dikemudian hari akan nutup si kepala pe*is jd mesti dipotong lagi
dikemudian hr.

Nah sunat metode konvensional emang lbh lama ya sekitar 30-1 jam tergantung operator dan kooperatifitas anak. Tapi insya Allah jauh lebih aman, karena pemotongan kulit dilakukan dengan memastikan persis batas si kepala pe*is.

Perdarahan? Selama anak tdk ada gangguan pembekuan atau kelainan darah, insya Allah minimal, cukup ditekan ditempat perdarahan. Semakin kecil usia anak disunat semakin baik tingkat penyembuhan.

Jadi... Hati2 ya jgn asal cepat kilat burung eh pe*is jd korban

------------------------

Tambahan dari dr.anto

Sedikit menambahkan. .

Untuk itu perlu sekali diskusi dari peserta sunatan dengan panitia sunatan.

Sunatan apakah pribadi atau missal tetap sebaiknya dilakukan diskusi, ditanyakan metode yang dilakukan. Peserta sunatan tetap berhak untuk menolak metode yang ditawarkan kalau tidak yakin dengan keamanannya.

Satu hal yang juga harus ditanyakan saat sunatan adalah, tanyakan dengan jelas langkah" yang akan dilakukan oleh dokter, obat anestesi (penghilang nyeri apa yang digunakan). Hal ini menjadi penting karena obat anestesi pada sunatan yang direkomendasikan adalah yang TIDAK mengandung epinefrin.

Epinefrin tidak boleh diberikan sebagai campuran anestesi pada tindakan bedah di daun telinga, puncak hidung, ujung jari dan penis (sunat). Karena di daerah tersebut hanya dialiri oleh satu aliran darah (end arteries), sementara epinefrin berespon membuat pembuluh darah mengecil(vasokonstriksi) . Pada daerah yang diperdarahi oleh satu cabang arteri (end arteries) penggunaan epinefrin bisa meningkatkan risiko nekrosis (kematian jaringan). Kejadian nekrosis memang sedikit tetapi tetap bisa terjadi bila digunakan campuran anestesi epinefrin pada daerah-daerah tersebut.

Seringkali pemakaian anestesi mengandung epinefrin (pehacain: lidocain+epinefrin) memberikan kesan tidak ada perdarahan, karena pembuluh darah mengecil, namun sebenarnya hal itu disebabkan oleh efek epinefrin. Bilasetelah dijahit dan efek epinefrin hilang ada kemungkinan perdarahan barutampak, sehingga setelah proses sunat selesai tetap terjadi perdarahan.

Karena itu anestesi yang disarankan adalah lidocain tanpa epiefrin. Bila ada perdarahan segera bisa dihentikan. Dan tidak ada risiko nekrosis (kematian jaringan)

Mohon tetap cermat dan teliti dalam melakukan tindakan kesehatan. Selama tidak gawat darurat tanyakan selengkap"nya, cari informasi sebanyak-banyaknya. Konsultasi sedalam-dalamnya. Karena kesehatan milik bapak ibu bukan milik dokter.

dr. Anto

No comments: