Monday, February 11, 2013

Hari Ke-4 : Ketika Mantan Komandan Terjangkit Post Power Syndrome

Semenjak menjadi seorang ibu, terjadi perubahan yang dahsyat, naluri keibuan muncul begitu saja. Sebagai ibu yang merupakan bagian dari orang tua, ya orang tua yang terdiri dari ibu dan ayah xoxoxo. Tentunya semua ibu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Dan ternyata saya terjebak menjadi komandan anak-anakku. Taukan gimana komandan ? yang memberikan komando *tepok jidat*. Kebayang kan gimana sang komandan ini memberikan komando pada anak-anaknya dan itu tak disadarinya. Rasanya smua baik-baik saja, semua aman terkendali. Dia merasa sangat membuka ruang untuk anak2nya. Sungguh terpukul kala si kadaf harus meminum obat, dan dia bertanya " Gimana saat adik minum obat itu ? obat duluan atau air duluan ?". Ya Allah karena takut salah dia mending tanya minta arahan daripada punya inisiatif sendiri. Baru sadar ada yang salah dan itu adalah karena saya, saya yang menjadi komandan memberikan bemper memberikan arahan sistematis dengan maksud agar anak2 tak salah jalan tapinya anak jadi terbiasa bergantung pada keputusan orang lain.

Menyeramkan padahal cita-cita saya adalah melihat anak-anak survive dalam semua situasi, dapat melindungi diri sendirinya dan oleh kerena itu dalam beberapa tahun ini saya berubah dengan menjadi fasilitas belajar anak-anak saya. Menjadi fasilitas belajar berguru pada pak Toge Aprilianto http://sites.google.com/site/gesblu/ dari buku, dari pertemuan, dari milis dan diskusi dengan teman-teman. Di mulai dengan belajar memilih enak vs enak, enak vs tidak enak, tidak enak vs tidak enak, berdagang dan seterusnya dan insya allah sampai anak-anak masuk kategori dewasa.

Dan sekarang sang mantan komandan terjangkit post power syndrome, bingung, kesepian, ragu-ragu, khawatir, maunya cepet beres, maunya smua aman terkendali, maunya anak-anak nurut, maunya ini dan maunya itu smua menjadi satu huhuhu. Di akui saluran emosi kurang terawat, heran deh saat kemarin nyambi tesis lumayan lancar menjadi fasilitas belajar ini, namun setelah  tesis selesai rasanya penuh banget hiksss. Atau jangan-jangan tesis adalah saluran emosi saya kali ya wkwkwkwkwk oh tidakkkkkk. Ikut campur sama si kadaf lagi huaaaaaaa. Saat kadaf dapat proyek big book dari skul, saya mulai ngebel lagi bolak balik hikssss, saat kadaf mau ulangan harian saya ngebel juga *hadeuh*. Smoga smua cepat berlalu dan si mama berjuang kembali.

No comments: